Translate Google

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Tampilkan postingan dengan label IT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IT. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Mei 2011

10 Blogger Berpenghasilan di atas 450 juta per bulan



Hi Sahabat Menurut Anda, Seberapa besar sih penghasilan yang bisa diperoleh sebuah blog? Dan apakah blog bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan pundi-pundi uang? Pertanyaan semacam ini banyak diajukan oleh orang-orang yang ingin mencari sumber penghasilan sebagai Blogger atau sekedar ingin membenarkan diri bahwa menjadi Blogger itu tidak ada gunanya.
Barangkali jawaban pertanyaan ini justru kembali kepada Anda sendiri. Seberapa besarkah penghasilan yang Anda inginkan dari aktivitas blogging? Anda sendiri yang menentukan.
Yang pasti, dunia blogging sejatinya menawarkan teramat banyak peluang. Sayangnya, terutama di Indonesia, peluang ini belum banyak dimanfaatkan. Blog masih dianggap sebatas diary online, atau paling hanya dianggap sebagai blog pribadi yang bersifat personal. Padahal, jika dikelola secara serius dan profesional, blogging bisa sangat menguntungkan dan memberikan penghasilan dalam jumlah yang bakal membuat mata siapapun yang melihatnya melotot keluar. ^_^ (berlebihan ya?? tapi ga juga)
Contoh nyata dari Blogger2 yang sukses meraup keuntungan dari blognya antara lain:

1. TechCrunch.com

TechCrunch pada awalnya hanya dikelola oleh Michael Arrington, seorang pengacara yang sekaligus seorang tech geek. Saat ini, TechCrunch digawangi oleh sejumlah editor yang bekerja sebagai tim. Niche blog ini adalah teknologi dan starts up. Penghasilan per bulan yang diperoleh TechCrunch adalah $200,000 (atau setara Rp.2.053.000.000!) dan terutama bersumber dari iklan-iklan banner. Konon katanya, harga spot iklan selama sebulan di TechCrunch adalah $10,000! (atau setara Rp.102.650.000!).

2. Mashable.com

Mashable adalah blog yang dibuat oleh Pete Cashmore, seorang web technology consultant dari Skotlandia dan saat ini diawaki oleh 10 orang editor tetap. Blog dengan tag line “The Social Media Guide” ini membidik niche social media sebagai sasarannya. Berdiri sejak tahun 2005, Mashable kini telah menghasilkan uang $180,000 (atau setara Rp.1.847.700.000!) setiap bulannya. Sumber penghasilan utama Mashable adalah dari iklan banner.

3. PerezHilton.com

PerezHilton adalah blog berita selebritis yang dibuat dan dikelola oleh Mario Lavandeira. Mengambil nama plesetan dari Paris Hilton, blog dengan niche entertainment dan mengusung tag line “Celebrity Juice, Not from Concentrate” ini konon menghasilkan uang $140,000 (atau setara Rp.1.437.100.000!) setiap bulannya. Sumber penghasilan utamanya berasal dari iklan banner

4. Gothamist.com

Gothamist adalah blog tentang berbagai sisi kota New York. Dibuat dan dikelola oleh Jake Dobkin, blog dengan tag line “New York City News, Food, Arts and Events” ini banyak mendapatkan penghasilan dari iklan PPC. Per bulan, penghasilan Gothamist ditaksir mencapai angka $80,000 (atau setara Rp.816.287.872!).
5. TimothySykes.com
Blog ini, sesuai namanya, dimiliki dan dikelola secara pribadi oleh Timothy Sykes, seorang pialang dan manager hedge fund asal Amerika Serikat. Dengan niche finance, blog Timothy Sykes terutama banyak mendapatkan penghasilan dari penjualan produk-produk affiliasi keuangan. Setiap bulannya, blog dengan tag line “Short Selling Penny Stocks” ini setidaknya memberikan penghasilan $80,000 (atau setara Rp.816.287.872!).

6. VentureBeat.com

VentureBeat adalah blog berita teknologi dan starts up yang dikelola oleh Matt Marshall. Berdiri sejak tahun 2004, Venture Beat setiap bulannya menghasilkan uang $62,000 (atau setara Rp.636.429.998!) untuk Matt Marshall. Sumber penghasilan utamanya berasal dari iklan PPC.

7. LifeHacker.com

LifeHacker adalah blog yang mengupas tentang tips-tips praktis dalam kehidupan sehari-hari. Dikelola oleh Gina Trapani dan Nick Denton, blog dengan tag line “Tips and Downloads for Getting Things Done” ini menghasilkan $60,000 (atau setara Rp.615.899.999!) terutama dari iklan banner

8. TutsPlus.com


TutsPlus adalah blog unik yang berisi tentang berbagai tutorial dan video tips-tips praktis. Dibuat oleh Collis Taeed dan diawaki oleh sejumlah editor tetap untuk setiap segmen tutorial, TutsPlus yang mengusung tag line “Mad Skills” ini menghasilkan $55,000 per bulannya (atau setara Rp.564.575.000!). Sumber penghasilan utamanya adalah iklan banner.

9. SmashingMagazine.com

Smashing Magazine adalah blog yang terutama ditujukan bagi para web designers dan web developers. Setiap bulannya, Smashing Magazine memberikan penghasilan $50,000 (atau setara Rp.513.250.000!) terutama dari iklan banner. Dibuat oleh Vitaly Friedman, seorang web developer, pada tahun 2006, Smashing Magazine kini dijalankannya berdua bersama Sven Lennartz, seorang web designer asal Jerman.

10. StevePavlina.com

Seperti namanya, StevePavlina.com dimiliki dan dikelola secara pribadi oleh Steve Pavlina, seorang guru pengembangan kepribadian asal Las Vegas, Amerika Serikat. Blog dengan tag line “Personal Development for Smart People” ini memiliki penghasilan $45,000 (atau setara Rp.461.925.000!) setiap bulannya. Sumber penghasilan utamanya berasal dari iklan PPC dan JV (Joint Venture).

Selasa, 18 Januari 2011

10 Prediksi Storage di Tahun 2011

 Data mencatat bertumbuh eksponensial seiring transformasi era digital di seluruh dunia. Storage akan menjadi aspek terpenting untuk menampung data-data tersebut, baik yang terstruktur maupun tidak terstruktur.

Bagaimana tren teknologi storage di tahun 2011? Berikut 10 tren storage utama seputar transformasi data center yang diprediksi oleh Hu Yoshida, Chief Technology Officer (CTO) Hitachi Data Systems:





1. Adopsi virtualisasi storage semakin cepat
Ia menjadi pondasi bagi penerapan komputasi awan dan data center yang dinamis dengan tingkat ketersediaan tinggi. Virtualisasi storage, virtualisasi dari array storage eksternal memungkinkan migrasi dari satu array ke array yang lain tanpa gangguan. Sementara itu, lingkungan dynamic provisioning memungkinkan storage disediakan dalam hitungan menit.

2. Integrasi virtualisasi server dan storage semakin erat
Integrasi ini diperlukan untuk meningkatkan adopsi virtualisasi data center. Saat ini, virtualisasi server sudah matang melebihi pengurangan biaya dari konsolidasi server print, file, test dan development untuk mendukung server aplikasi tier 1.

3. Adopsi virtual tiering untuk manajemen daur hidup
Saat ini, virtual tiering mampu mengalokasikan volume ke satu pool of storage (kumpulan storage) yang berisi kinerja, biaya dan jumlah tier pada storage. Virtual tiering juga memiliki kecerdasan untuk memindahkan komponen dari volume tersebut ke tier yang lain berdasarkan jumlah akses.
Dengan demikian pengguna tak perlu mengklasifikasikan sebuah volume dan mengalokasikannya ke satu tier storage. Pengguna juga tak perlu menaikkan atau menurunkan volume ke tier tertentu berdasarkan aktivitas. Virtual Tiering atau Dynamic Tiering akan melakukannya secara otomatis tanpa perlu melakukan klasifikasi atau pemindahan antar tier.

4. Saatnya menggunakan SSD (Solid State Drive) dalam konfigurasi virtual tier
SSD mampu meningkatkan kinerja sekaligus menurunkan biaya dalam konfigurasi virtual tier. Saat ini, 80 persen lebih volume tergolong tidak aktif, hanya sedikit saja jumlah SSD yang dibutuhkan dalam Tier 1 untuk melayani komponen-komponen yang aktif dari satu volume. Sebagian besar volume bisa memakai drive SAS atau SATA yang lebih murah.

5. Adopsi Serial Attached SCSI (SAS) untuk sistem storage enterprise
Tidak seperti Fibre Channel (FC) loop yang digunakan mendukung drive FC pada sistem-sistem storage tua, SAS adalah protokol point-to-point. FC loop mensyaratkan setiap drive dalam loop membantu akses ke loop tersebut yang mengakibatkan inefisiensi. Jika drive yang lebih cepat  – seperti drive SSD -  disambungkan ke loop itu, akan menghabiskan loop tersebut sehingga drive yang lain tidak kebagian akses.

6. Drive SFF (Small Form Factor) akan semakin banyak ditemui, terutama karena efisiensi daya dan pendinginan yang dimiliki SFF. Peranti SFF adalah drive 2,5 inci yang mengonsumsi daya sekitar 6-8 watt, dibandingkan drive Large Form Factor (LFF) 3,5 inci yang memakan 12-15 watt. Dengan demikian, SFF memangkas daya dan pendinginan secara dramatis, ditambah juga penghematan dari pemakaian ruangan.

7. Awan diterima sebagai salah satu model infrastruktur.
Komputasi Awan akan mulai diterima sebagai salah satu konsep yang teruji. Sejumlah landasan ke Awan akan mendorong adopsi dengan menyediakan sejumlah peranti manajeman dan lapisan orkestrasi yang menyediakan transparansi seluruh proses.

8. Konvergensi data center melonjak.
Konvergensi infrastruktur server, storage, dan jaringan akan menyederhanakan dan mempercepat penggelaran aplikasi. Penggunaan server, storage, dan virtualisasi jaringan memberikan jalan bagi platform terbuka yang efisien dan melindungi investasi pengguna.

9. Aplikasi semakin transparan dalam virtualisasi storage atau aplikasi akan membutuhkan infrastruktur Awan. Tanpa transparansi ini, para pengguna aplikasi tidak bisa mengetahui apakah target Service Level Agreement (SLA) sudah tercapai, bagaimana mengetahui mekanisme penagihannya, perencanaan utilisasi, dan tingkat kesehatan dari infrastrukturnya.

10. Layanan terkelola (managed services) jarak jauh mulai tersedia
Remote Managed Services ini akan mengurangi beban monitoring, pelaporan, peringatan, dan manajemen yang menghambat operasional TI beralih ke teknologi baru. Selama lebih dari 10 tahun, mandat yang diberikan kepada TI adalah mengerjakan lebih banyak hal dengan infrastruktur yang lebih sedikit.
Untuk melakukan transformasi data center, staf TI tidak perlu lagi mencari waktu guna pelatihan, perencanaan, dan eksekusi. Sekelompok ahli TI yang beroperasi di luar Service Operations Center menggunakan peranti manajemen jarak jauh. (art)